Berita & Isu Terkini

Perupa Nasirun meninggal dunia di Yogyakarta pada usia 60 tahun

Perupa terkemuka Indonesia Nasirun meninggal dunia pada usia 60 tahun di Yogyakarta. Seniman kontemporer ini meninggalkan warisan karya monumental.

Perupa Nasirun meninggal dunia di Yogyakarta pada usia 60 tahun
Ilustrasi  ·  Foto dibuat AI, bukan dokumentasi peristiwa

Perupa terkemuka Indonesia, Nasirun, meninggal dunia pada usia 60 tahun di Yogyakarta pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Seniman seni rupa kontemporer tersebut menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, Yogyakarta, pukul 05.58 WIB.

Sebelum wafat, perupa kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu sempat mengalami keluhan sesak napas sehingga dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rencananya, jenazah seniman senior ini dimakamkan di Pemakaman Seniman Girisapto Imogiri, Bantul, pada Sabtu sore hari yang sama.

Peristiwa kepergian Nasirun meninggalkan duka mendalam bagi rekan sesama perupa, salah satunya Jumaldi Alfi yang merupakan tetangga sekaligus rekan sekompleks rumah duka. Menurut perupa Jumaldi Alfi, ia masih sempat bertemu dan berbincang dengan Nasirun pada Jumat sore hari sebelum hari kepergiannya. Jumaldi Alfi menyatakan bahwa Nasirun merupakan sosok seniman yang sangat rendah hati serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia seni rupa.

Meskipun telah dikenal luas di kancah seni rupa kontemporer nasional dan kerap berpartisipasi dalam berbagai pameran internasional, Nasirun tidak pernah ragu menghadiri ataupun membuka pameran skala kecil. Semasa hidupnya, alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta angkatan 1994 ini dikenal sangat produktif dan memiliki antusiasme besar dalam merespons ruang pamer maupun medium berkarya. Pameran terakhir yang diikuti oleh Nasirun bertajuk Arundhati di Pendhapa Art Space, Bantul, yang berlangsung dari tanggal 20 Juni hingga 20 Agustus 2026.

Kurator seni sekaligus pengajar Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Mikke Susanto, menilai karya-karya Nasirun telah lama mewarnai perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia. Dalam praktiknya, lukisan Nasirun sering kali mengangkat tema-tema tradisional seperti cerita wayang, mitologi, serta spiritualitas Islam Jawa yang dikorelasikan secara kritis dengan situasi politik masa kini. Mikke Susanto menambahkan bahwa Nasirun merupakan perupa yang selalu aktif mengeksplorasi ragam medium secara luas mulai dari kanvas berukuran sangat besar, kayu, keramik, instalasi, hingga video dan objek benda sehari-hari.

Bagikan WhatsApp X Facebook Telegram