Tate Britain Terima Hibah 50 Karya Seni Rupa India
Galeri Tate Britain di London menerima hibah 50 karya seni rupa abad ke-18 dan ke-19 dari kolektor Charles Greig untuk dipamerkan pada 2028.
Galeri nasional Tate Britain di London mengumumkan penerimaan hibah 50 karya seni rupa dari sejarawan seni dan kolektor Charles Greig pada 26 Oktober 2026. Sumbangan berupa lukisan minyak, cat air, dan miniatur karya seniman yang bekerja di India pada abad ke-18 dan ke-19 ini diserahkan secara filantropis tanpa insentif pajak.
Koleksi tersebut mencakup karya seniman India seperti Sita Ram dan Ghulam Ali Khan serta seniman Eropa yang berkarier di wilayah tersebut seperti Johan Zoffany dan Rudolf Swoboda. Sejumlah karya penting yang masuk dalam hibah ini meliputi lukisan minyak Portrait of Prince Jawan Bakht (1784) karya Johan Zoffany dan Sepoy (sekitar 1886) buatan Rudolf Swoboda. Selain itu, terdapat pula tiga karya cat air karya Sita Ram yang memperkenalkan genre lukisan hibrida buatan seniman lokal India untuk patron Perusahaan Hindia Timur Britania.
Direktur Tate Britain, Alex Farquharson, mengatakan bahwa sumbangan karya tersebut bersifat transformatif bagi institusi galeri. Pihak museum menyatakan bahwa koleksi ini akan memperluas representasi seni Asia Selatan serta menghadirkan perspektif baru dalam narasi sejarah seni Britania.
Charles Greig menyatakan bahwa dirinya selama ini hanya melihat diri sebagai steward sementara dari karya-karya yang dikumpulkannya selama lebih dari empat dekade. Ia berpendapat bahwa koleksi yang merangkum hubungan mendalam antara Inggris dan subbenua India tersebut harus dilestarikan secara utuh agar dapat diakses dan dipelajari oleh publik secara universal.
Pihak galeri berencana menampilkan karya-karya hibah tersebut dalam sebuah pameran khusus yang dijadwalkan dibuka untuk umum secara gratis di Tate Britain pada tahun 2028 mendatang.