Berita & Isu Terkini

A Blur is A Memory: Memori sebagai Ruang Dinamis di ISA Art Gallery

Luh'De Gita dan Etza Meisyara menghadirkan "A Blur is A Memory" di ISA Art Gallery, menantang persepsi memori sebagai kehilangan.

Pameran berlangsung: 11 Juli - 11 September 2026  ·  Kurator: Savitri Sastrawan
A Blur is A Memory: Memori sebagai Ruang Dinamis di ISA Art Gallery
Foto via vertexaisearch.cloud.google.com

Pameran "A Blur is A Memory" oleh seniman Luh'De Gita dan Etza Meisyara dibuka pada 11 Juli 2026 di ISA Art Gallery, Wisma 46, Jakarta. Pameran ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan penuh, hingga 11 September 2026. Kurator Savitri Sastrawan memandu eksplorasi mendalam tentang konsep memori melalui karya kedua seniman tersebut.

Tema sentral "A Blur is A Memory" menantang pandangan konvensional tentang makna "kabur" atau "buram". Pameran ini mengemukakan kekaburan sebagai ruang dinamis tempat ingatan, pengalaman masa lalu, dan jejak emosional terus ada dan berkembang, bukan sebagai kehilangan. Kerangka konseptual ini mengajak pengunjung mempertimbangkan kembali sifat memori itu sendiri, menunjukkan bahwa ketidakjelasan dapat memiliki bentuk kehadiran dan makna yang unik.

Luh'De Gita dan Etza Meisyara mengartikulasikan tema ini melalui medium lukisan dan photo-etching. Lukisan memungkinkan interpretasi memori yang ekspresif dan berlapis, sementara photo-etching menangkap detail bernuansa, membangkitkan kualitas ingatan yang terfragmentasi namun gigih. Kombinasi teknik ini menciptakan dialog visual yang kaya, secara langsung mencerminkan konsep inti pameran tentang memori yang tidak linear.

Pameran ini berfungsi sebagai platform bagi seniman kontemporer Indonesia untuk terlibat dengan pengalaman manusia universal. Karya-karya yang ditampilkan menawarkan perspektif baru tentang bagaimana kita memahami dan berinteraksi dengan masa lalu pribadi dan kolektif. Ini membuka ruang refleksi kritis terhadap narasi memori yang dominan, menantang pembaca untuk melihat melampaui dikotomi jelas-buram dalam ingatan.

"A Blur is A Memory" menegaskan kembali peran seni sebagai arena untuk mempertanyakan struktur pemahaman, khususnya tentang memori yang rentan pada interpretasi. Pameran ini mengintervensi wacana seni rupa yang seringkali mengutamakan kejelasan representasi atau nilai pasar, dengan justru merayakan ambiguitas dan kompleksitas ingatan sebagai sumber makna.