Berita & Isu Terkini

Gwangju Biennale ke-16 Soroti Kapasitas Seni Ubah Peradaban

Gwangju Biennale ke-16 resmi dibuka di Korea Selatan dengan tema You Must Change Your Life, menampilkan karya dari 43 seniman global.

Pameran berlangsung: 11 Oktober 2026
Gwangju Biennale ke-16 Soroti Kapasitas Seni Ubah Peradaban
Ilustrasi  ·  Foto dibuat AI, bukan dokumentasi peristiwa

Perhelatan seni rupa internasional Gwangju Biennale ke-16 resmi dibuka di Gwangju Biennale Exhibition Hall, Gwangju, Korea Selatan, pada 5 September 2026 dan akan berlangsung hingga 15 November 2026. Mengusung tema utama "You Must Change Your Life", perhelatan ini menyoroti perdebatan mendalam mengenai kapasitas seni dalam memelopori perubahan sosial serta politik di tengah berbagai krisis global modern.

Ajang seni rupa ini diarahkan oleh sutradara artistik asal Singapura, Ho Tzu Nyen, bersama tim kuratorial yang terdiri dari Che Kyongfa, Park Gahee, dan Brian Kuan Wood. Dalam pameran ini, para kurator menghadirkan karya dari 43 seniman dan kelompok seni global untuk mengeksplorasi hubungan antara ekspresi artistik dan dinamika perubahan peradaban. Pameran ini diselenggarakan secara terpusat di dalam satu gedung utama yang dirancang sebagai jalur perjalanan melalui lima ruang pamer berbeda.

Menurut keterangan penyelenggara, pameran ini dirancang dengan pendekatan yang lebih kecil dan lambat guna mendukung keterlibatan yang berkelanjutan. Penataan ruang dibagi menjadi lima kamar yang masing-masing menghadirkan perspektif, lanskap, suasana, ritme, serta skala perubahan tersendiri. Salah satu karya yang ditampilkan dalam perhelatan ini adalah seri instalasi digital bertajuk "DOKU" karya seniman asal Tokyo kelahiran China, Lu Yang.

Pemilihan tema dan arah kuratorial pameran ini merujuk pada gagasan tentang transformasi gradual dan kesalingtergantungan antarmanusia maupun ekosistem global. Sutradara artistik Ho Tzu Nyen menyatakan bahwa pameran ini tidak disusun sebagai pameran yang merentang luas di ruang terbuka, melainkan sebagai sebuah perjalanan batin yang membawa pengunjung masuk lebih dalam sebelum akhirnya keluar ke ruang yang lebih luas. Melalui pendekatan tersebut, perhelatan seni rupa ini berupaya merespons berbagai persoalan zaman mulai dari perubahan iklim, pandemi, hingga pergeseran tatanan demokratis.

Pameran seni rupa internasional ini diselenggarakan di Gwangju Biennale Exhibition Hall, Gwangju, Korea Selatan.

Bagikan WhatsApp X Facebook Telegram