M Ozi Trianda Pamerkan Instalasi Ekologi di Rentak Kapuas Festival 2026
Perupa M Ozi Trianda menampilkan instalasi Antu Utai Tumbuh di atas alat tenun tradisional dalam Rentak Kapuas Festival 2026 di Pontianak.
Perupa asal Kalimantan Barat, M Ozi Trianda, menampilkan karya instalasi seni rupa bertajuk "Antu Utai Tumbuh" dalam ajang Rentak Kapuas Festival 2026. Pameran tersebut diselenggarakan di Rumah Radangk, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ajang pameran seni ini merupakan bagian dari festival yang melibatkan 30 perupa lokal untuk mengangkat tema Memoar Muara. Kepala UPT Taman Budaya Kalimantan Barat, Gabriel Manuel, menyatakan bahwa tema tersebut diangkat untuk mengenang masa lalu dan peradaban yang berkembang di sekitar Sungai Kapuas.
Karya instalasi "Antu Utai Tumbuh" karya M Ozi Trianda dipamerkan secara tidak lazim di atas sebuah alat tenun tradisional. Pilihan penyajian ini memadukan perangkat kriya kultural dengan gagasan seni kontemporer.
Dalam karya tersebut, M Ozi Trianda mengeksplorasi visual bebatuan, air sungai, pohon tengkawang, dan miniatur patung roh alam. Penggunaan elemen-elemen tersebut merupakan wujud keresahan pribadinya terhadap perubahan lanskap lingkungan di Kalimantan Barat.
M Ozi Trianda menyatakan bahwa karyanya berorientasi pada ekologi masyarakat Dayak Iban. Ia mengacu pada jargon lokal yang menyatakan bahwa hutan adalah ayah, tanah adalah ibu, dan sungai adalah darah bagi kehidupan mereka.
Pameran Rentak Kapuas Festival 2026 menampilkan total 30 karya dari seniman lokal. Sebanyak 10 karya berbentuk lukisan dua dimensi, sementara 20 karya lainnya merupakan instalasi yang memanfaatkan barang-barang bekas tidak terpakai.
Olahan material daur ulang dalam pameran ini digunakan para seniman untuk menyuarakan narasi mengenai kondisi Sungai Kapuas. Isu yang disoroti mencakup degradasi hutan, ancaman kemarau panjang, serta dampak bencana kebakaran hutan dan lahan.
Panitia penyelenggara mengklasifikasikan para peserta pameran ke dalam beberapa kategori untuk memastikan ruang ekspresi yang inklusif. Peserta terdiri dari lima seniman perempuan, lima seniman anak, sepuluh seniman muda, dan sepuluh seniman senior.
Festival ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Pekan Museum dalam rangka memperingati Hari Museum. Rangkaian kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan perlombaan vokal grup lagu rakyat lama, lomba berbalas pantun, serta sarasehan budaya.
Pameran seni rupa dalam Rentak Kapuas Festival 2026 resmi ditutup di Rumah Radangk, Kota Pontianak, pada Sabtu, 10 Oktober 2026 malam. Penyelenggara berharap pameran ini dapat mendorong generasi muda untuk mengenal sejarah serta menjaga kelestarian alam dan kebudayaan daerah.
Pendekatan artistik yang memadukan medium tenun tradisional dengan instalasi kontemporer menunjukkan bagaimana praktik seni rupa lokal mampu merespons isu-isu ekologis secara kontekstual. Keterlibatan lintas generasi seniman dalam satu ruang pamer memperlihatkan upaya nyata dalam membangun ekosistem seni rupa yang inklusif di daerah. Pemanfaatan ruang publik budaya seperti Rumah Radangk sebagai tempat perhelatan juga memperkuat akses masyarakat luas terhadap diskursus seni rupa dan pelestarian lingkungan.