Eksplorasi Material & Proses

Pameran Genang Hadirkan Instalasi Seni Bencana Sumatera di Banda Aceh

Pameran instalasi seni Genang di Banda Aceh oleh ICAIOS menghadirkan refleksi bencana ekologis Sumatera melalui karya partisipatif hingga 13 November 2026.

Pameran berlangsung: 14 Oktober hingga 13 November 2026
Pameran Genang Hadirkan Instalasi Seni Bencana Sumatera di Banda Aceh
Ilustrasi  ·  Foto dibuat AI, bukan dokumentasi peristiwa

International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies atau ICAIOS menyelenggarakan pameran instalasi seni bertajuk Genang di pusat penelitian tersebut yang terletak di kampus Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Pameran ini berlangsung dari tanggal 14 Oktober hingga 13 November 2026 dan melibatkan anggota ICAIOS, mahasiswa, serta sejumlah perupa. Penyelenggaraan pameran ini mengangkat ingatan kolektif mengenai bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Oktober 2025.

Rangkaian instalasi dalam pameran ini memanfaatkan berbagai elemen non-konvensional untuk merepresentasikan dampak bencana, rasa kehilangan, serta kerusakan lingkungan hidup. Salah satu karya yang ditampilkan berupa lorong dengan lembaran-lembaran kertas yang dipasang menggantung di bagian langit-langit ruangan. Dalam instalasi tersebut, pengunjung diajak berinteraksi langsung dengan mencoret serta merusak kertas menggunakan sebilah galah yang disediakan.

Panitia ICAIOS, Raida Adilah, menjelaskan bahwa penamaan Genang diambil dari kata menggenang untuk menggambarkan genangan air akibat banjir yang melanda wilayah Sumatera pada Oktober 2025. Pameran ini disusun untuk memperlihatkan karya dari seniman dan menghadirkan pemahaman kepada publik mengenai dampak yang dialami para korban banjir. Menurut Raida, seluruh susunan karya sengaja dirancang agar pengunjung dapat mengerti situasi sulit yang dirasakan masyarakat saat bencana terjadi.

Karya instalasi lainnya menempati sebuah ruangan khusus yang hanya diterangi oleh sorotan lampu berwarna kuning dengan fokus mengarah pada lukisan pepohonan kering di dekat area pemakaman. Objek visual dan pencahayaan temaram tersebut dihadirkan untuk menyampaikan pesan mengenai pembalakan liar, hilangnya nyawa, serta rasa kehampaan akibat kerusakan alam. Relawan ICAIOS, Afifah Ayuni, menyatakan bahwa setiap ruangan dalam pameran dirancang dengan makna tersendiri untuk menyampaikan pesan psikologis dan ajakan menjaga lingkungan.

Menurut Afifah, pelibatan anggota ICAIOS, mahasiswa, dan seniman dalam pameran ini bertujuan mengamati kondisi pascabanjir secara langsung melalui medium seni rupa. Penyelenggara berharap rangkaian karya tersebut dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap pelestarian alam serta memahami dampak dari setiap tindakan kecil terhadap lingkungan. Pameran Genang dapat dikunjungi oleh publik di International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies, Darussalam, Banda Aceh, hingga 13 November 2026.

Pameran Genang menunjukkan bagaimana institusi riset dan akademis berupaya memperluas medium penyampaian isu lingkungan melalui pendekatan seni rupa instalasi. Keterlibatan perupa, mahasiswa, dan relawan dalam merekonstruksi pengalaman psikologis penyintas bencana memperlihatkan pergeseran cara publik merefleksikan krisis ekologis. Pemanfaatan material partisipatif seperti kertas dan galah berhasil menerjemahkan data kebencanaan menjadi pengalaman sensorik yang langsung melibatkan penonton.

Bagikan WhatsApp X Facebook Telegram