Pasar Seni & Koleksi

Modigliani US$63,9 Juta dan Pemulihan Lelang Global yang Belum Sampai ke Indonesia

Lelang Christie's-Sotheby's naik 70 persen semester I 2026, dipimpin Modigliani US$63,9 juta, tapi pasar lelang Indonesia belum ikut bergerak.

Pameran berlangsung: 24-25 Juni 2026 (lelang Koleksi Lewis, Sotheby's London); laporan H1 2026 dirilis 10-15 Juli 2026

Lukisan Amedeo Modigliani, "Nu assis au collier" (1917), terjual US$63,9 juta di Sotheby's London pada 24-25 Juni 2026. Karya ini jadi lot tertinggi dalam penjualan Koleksi Lewis, kumpulan 48 karya milik taipan Inggris Joe Lewis. Koleksi itu terjual total US$392,6 juta, hampir dua kali lipat estimasi pra-lelang US$190-260 juta.

Sotheby's menyebutnya rekor penjualan koleksi milik pribadi tunggal terbesar yang pernah dilelang di Eropa. Hasil ini bukan kasus tunggal. Laporan ArtTactic yang terbit 10 Juli 2026 mencatat penjualan gabungan Christie's, Sotheby's, dan Phillips di semester pertama 2026 naik 70 persen dibanding periode sama tahun lalu, menembus US$6,8 miliar.

Christie's naik 71 persen menjadi US$3,4 miliar dari US$2 miliar. Sotheby's naik 71 persen menjadi US$2,8 miliar dari US$1,6 miliar. Phillips naik 59 persen menjadi US$505,4 juta dari US$318 juta.

Analis ArtTactic Anders Petterson menyebut pemulihan ini "jauh lebih luas dari sekadar hasil sensasional di level teratas". Pertumbuhan kuat juga terjadi di segmen harga US$50.000 hingga US$500.000, bukan cuma di lot rekor seperti Modigliani. London sendiri mencatat kenaikan penjualan 131 persen menjadi US$1,42 miliar, mendekati rekor semester pertama 2022.

Volume penawaran tanding (underbidding) di rumah lelang besar naik 69 persen. Ini sinyal makin banyak pembeli yang bersaing serius untuk satu lot, bukan sekadar menonton dari pinggir. The Art Newspaper mencatat 47 persen klien baru Sotheby's dan Christie's kini generasi milenial dan Gen Z, dengan 85 persen penawaran masuk lewat kanal daring.

Christie's mencatat tingkat penjualan 91 persen per lot pada semester ini, naik dari 87 persen tahun lalu. Sotheby's mencatat penjualan privat rekor US$826 juta pada periode yang sama. Kedua rumah lelang juga memperluas skema pembiayaan seni untuk menarik penjual dan pembeli baru masuk pasar.

Harga Modigliani ini proporsional, bukan gejala spekulasi murni. "Nu assis au collier" punya rekam jejak jelas: dilukis 1917, sempat memicu penutupan pameran tunggal Modigliani di Paris karena dianggap terlalu berani secara formal pada masanya. Menurut Sotheby's, lukisan ini tetap satu dari sedikit mahakarya periode itu yang masih dipegang kolektor privat, bukan koleksi museum.

Joe Lewis membeli lukisan ini pada 1995 seharga US$12,4 juta. Tiga dekade kemudian harganya naik lebih dari lima kali lipat menjadi US$63,9 juta, mengikuti pola apresiasi jangka panjang karya modernis kanon, bukan lonjakan mendadak akibat spekulasi jangka pendek. Pola kenaikan bertahap semacam ini yang membedakan Modigliani dari kelas karya yang harganya rentan anjlok begitu tren pasar berbalik.

Kelangkaan dan riwayat semacam ini yang secara historis mendasari harga tinggi karya modernis awal abad ke-20. Ini beda dengan lonjakan harga karya kontemporer yang lebih sering bergantung pada tren pasar jangka pendek.

Konteks serupa terlihat di penjualan Koleksi Newhouse di Christie's Mei 2026, saat patung Constantin Brancusi "Danaïde" terjual US$107,6 juta dan lukisan Mark Rothko "No. 15 (Two Greens and Red Stripe)" terjual US$98,4 juta, dua karya kanon dengan riwayat kepemilikan terdokumentasi jelas.

Lonjakan semester pertama 2026 ini kontras tajam dengan dua tahun sebelumnya. Laporan Art Basel dan UBS awal 2026 mencatat pasar seni global baru kembali tumbuh 4 persen pada 2025, setelah dua tahun berturut-turut nilai penjualan turun. Momentum di paruh pertama 2026 menunjukkan pemulihan itu berakselerasi cepat di segmen lelang besar, didorong koleksi taksiran tunggal seperti milik Lewis.

Momentum ini belum terasa di pasar lelang Indonesia. Lelang daring Sidharta Auctioneer di Jakarta Art Hub pada 27 Juni 2026 memasang estimasi Rp900 juta hingga Rp1,35 miliar, setara US$53.000-79.000, untuk "Erotica" (1971) karya Affandi. Affandi adalah salah satu maestro modern Indonesia paling mapan di pasar lelang domestik.

Estimasi itu belum tentu sama dengan harga terjual final, karena data hasil lelang itu belum dipublikasikan. Tapi rentang estimasinya saja sudah menunjukkan jarak ratusan kali lipat dari harga jual Modigliani di London. Karya tertinggi Affandi di lelang lokal masih berkisar puluhan ribu dolar AS, sementara satu lukisan Eropa awal abad ke-20 tembus puluhan juta dolar.

Jarak ini bukan cuma soal skala pasar yang berbeda. Pasar lelang Indonesia masih bergerak berdasarkan riwayat penjualan domestiknya sendiri, bukan ikut terseret momentum global yang sedang dipompa koleksi-koleksi taipan Eropa dan Amerika. Selama benchmark harga seniman Indonesia terus dipatok dari lelang lokal ke lelang lokal berikutnya, pemulihan di level Sotheby's dan Christie's akan tetap jadi berita luar negeri, bukan sinyal harga yang benar-benar bergerak di sini.