Berita & Isu Terkini

Kompetisi seni MR.D.I.Y. umumkan pemenang, dipamerkan di lantai toko ritel

MR.D.I.Y. Indonesia umumkan pemenang Art Competition 2026, termasuk instalasi limbah plastik laut Ari Bayuaji, dipamerkan di gerai ritelnya di Jakarta.

Pameran berlangsung: 12 Agustus 2026
Kompetisi seni MR.D.I.Y. umumkan pemenang, dipamerkan di lantai toko ritel
Ilustrasi  ·  Foto: Wikimedia Commons

MR.D.I.Y. Indonesia mengumumkan pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 pada Rabu (12/8/2026), setelah menjaring lebih dari 1.500 karya dari 32 provinsi sejak pendaftaran dibuka April lalu. Kompetisi edisi kedua yang digelar bersama platform seni IndoArtNow ini mengusung tema "Strength and Resilience" dengan total hadiah Rp370 juta. Ari Bayuaji meraih Grand Prize kategori Profesional lewat instalasi tekstil "The Storms that Unified Us", sementara Veronica Liana dan Muhammad Ragib Noer Khasyi masing-masing menjadi juara kategori Umum dan Pelajar/Mahasiswa.

Karya Bayuaji berbentuk diptych, dua panel kain besar yang membentuk lanskap bawah laut dari benang plastik daur ulang, benang katun, manik batu alam, dan tembaga. Material itu bersumber dari proyek "Weaving the Ocean" yang sudah dijalankan Bayuaji sejak 2020, mengolah tali dan jaring plastik sisa yang terdampar di pesisir Bali menjadi karya tekstil bersama perajin lokal. Karya-karya pemenang, termasuk "Rupa Tan Matra #3" milik Liana dan "Yang Tersisa Sepulang Kerja (1)" milik Khasyi, dipamerkan di gerai MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta sejak 7 hingga 23 Agustus 2026.

Kompetisi ini turut menghadiahi empat karya lain: "Holding the Self Together" milik Haidar Ammar dan "XELOTEXAN" milik Angela Sunaryo di kategori Umum, serta "Tjap TANGGOEH" milik M. Nashrul Rizqil Akbar dan "The Doorframe" milik Nadiva Nuriftitah di kategori Pelajar/Mahasiswa. Total tujuh seniman menerima penghargaan dari tiga kategori yang dilombakan tahun ini.

Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah menyebut kompetisi ini "bukti bahwa semangat berkarya masyarakat Indonesia terus tumbuh, dari kota besar hingga daerah dengan jangkauan platform seni yang belum optimal." Juri R.E. Hartanto menilai peserta tahun ini unggul bukan cuma secara teknis, "tetapi bagaimana para peserta mampu membangun narasi yang kuat dan autentik melalui pilihan medium, visual, maupun konsep yang mereka hadirkan." Dewan juri turut beranggotakan kurator Mitha Budhyarto dan Abigail Hakim, menilai karya dari aspek gagasan, kreativitas, komposisi, dan teknik.

Pemenang kategori Umum dan Pelajar/Mahasiswa akan berkompetisi lagi di MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026, digelar di Indonesia sebagai tuan rumah yang menyambut pemenang dari Malaysia dan Thailand. Skema ini menempatkan jaringan ritel perlengkapan rumah tangga sebagai penyelenggara sekaligus penentu kurasi kompetisi seni rupa lintas negara, bukan galeri, museum, atau lembaga seni independen. Ruang pamer karya pemenang pun bukan white cube, melainkan lantai toko tempat pengunjung berbelanja cat, kabel, dan perkakas rumah tangga.

Karya Bayuaji sendiri lahir dari kritik atas limbah plastik dan pola konsumsi massal, berhimpitan langsung dengan model bisnis penyelenggara: ritel barang bervolume tinggi berharga murah. Materi promosi kompetisi tidak menyinggung ketegangan itu. Karya diperlakukan sebagai elemen visual pendukung citra korporasi, bukan sebagai objek yang argumennya bisa berbenturan dengan penyelenggara sendiri.